August 12, 2020
Breaking News

Berita Skor Bola – Saran Rafael Untuk Kebijakan Transfer Mantan Klubnya

Berita Skor Bola – Saran Rafael Untuk Kebijakan Transfer Mantan Klubnya

Berita Skor Bola – Dalam beberapa tahun terakhir, Manchester United menjadi salah satu klub paling boros dalam hal belanja pemain di Liga Inggris. Namun, borosnya anggaran belanja ini tak diikuti dengan prestasi. Hal inilah yang coba dijelaskan salah satu mantan pemain mereka, Rafael. Pemain yang kini merumput bersama Olympique Lyon ini beberapa waktu lalu memberikan saran terhadap kebijakan transfer United saat ini.

Berita Skor Bola MU Sudah Membuat Kesalahan

situs bandarqq – Nama Manchester United dalam beberapa tahun terakhir sudah tak pernah lagi terukir di Trofi Liga Primer Inggris. Padahal, guna memenangkan piala tersebut, tim berjuluk Setan Merah ini rela menggelontorkan banyak dana guna belanja pemain. United seakan sudah dikutuk tak bisa juara lagi usai ditinggal pelatih Sir Alex Ferguson.

Faktanya, United bukan sedang dikutuk. Kebijakan transfer yang kurang bagus menjadi salah satu faktor mengapa United gagal merengkuh trofi juara. Para pemain mahal yang mereka datangkan tak menjamin kesuksesan tim ini di masa depan. Setidaknya hal inilah yang coba diungkapkan mantan bek United, Rafael da Silva.

Dilansir dari ESPN, Rafael yang kini bermain untuk Olympique Lyon telah memerhatikan mantan klubnya tersebut dalam beberapa musim terakhir. Satu hal yang ia soroti adalah mengenai kebijakan transfer klub. Menurutnya, sejak ditinggal Sir Alex Ferguson, United telah membuat beberapa kesalahan fatal yang berdampak bagi prestasi klub.

“Sudah terlalu lama untuk kembali berada di jalur yang benar.” Kata Rafael ketika ditanya soal mantan klubnya tersebut. ”Sudah tujuh tahun tak ada gelar (Premier League). Kami (United) sudah melakukan sebuah kesalahan. Para pemain mahal selalu didatangkan oleh kami dan memberikan mereka bayaran berlimpah.”

“Saya tidak setuju dengan hal itu. Hanya karena seorang pemain bernilai 150 juta poundsterling, bukan berarti dia adalah pilihan yang bagus untuk tim. Semua tergantung karakter dan gaya bermain pemain itu. Saya pikir ada beberapa kesalahan, kami selalu berpikir untuk membeli pemain saat ini.”

“Menurut saya, setiap pembelian yang dilakukan harus berbeda. Kau mungkin harus membeli beberapa pemain mahal, bukan membeli semua pemain mahal. Saya adalah pendukung United, jadi saya tahu klub menginginkan pemain-pemain terbaik untuk klub. Tapi, perhatikan dulu apa dia pemain yang terbaik untuk klub, kita lihat apakah dia mau bekerja keras.”

United Butuh Pemain yang Punya Tekad

Rafael berpendapat bahwa United harus mencari pemain yang benar-benar punya tekad untuk bermain bersama MU. Ia juga menyarankan agar United tak membawa pemain yang hanya menginginkan bayaran mahal. Dalam hal ini, Rafael memberi contoh salah satu pemain yang juga pernah menjadi rekan setimnya dahulu.

“United harus membeli pemain yang ingin bermain untuk klub. Bukan hanya pemain yang datang karena United akan membayarmu. Lihat Chicharito. Bagaimana kerja kerasnya untuk bermain bersama United? Dia punya keinginan bermain. Berapa banyak yang United bayar? Tak banyak, kau harus melihat pemain mana yang punya keinginan bermain untuk tim ini.”

Pujian Untuk Solskjær

kumpulan bandarqq – Selain berbicara soal kebijakan transfer, Rafael juga mengomentari pelatih United saat ini, Ole Gunnar Solskjær. Ia mengungkapkan bahwa dirinya menyukai pelatih asal Norwegia tersebut. Bukan hanya sebagai pelatih, Rafael juga menyukai kepribadian dan kegigihan Solskjær.

“Ole, saya menyukainya.” Katanya saat ditanyai tentang Solskjær. “Saya menyukai kepribadiannya dan gaya melatihnya. Tentu, ada banyak hal yang masih harus diperbaiki. Tapi saya pikir dia sudah melakukan semuanya dengan benar. Dia adalah orang yang mencintai United, jadi dia akan melakukan segalanya untuk membantu klub.”

Ia melanjutkan, “Saya tahu hal itu saat saya masih bersamanya dan dia melatih saya, itu momen yang penting. Dia adalah orang yang selalu memikirkan United, bahkan lebih dari memikirkan dirinya. Tak banyak pelatih seperti itu. Kebanyakan pelatih hanya memikirkan soal diri mereka, kemudian baru memikirkan klub.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *