October 28, 2020

Hakim Ziyech, Sang Maestro dengan Segudang Magis dari Maroko

Hakim Ziyech, Sang Maestro dengan Segudang Magis dari Maroko

Salah satu talenta berbakat sepakbola yang saat ini masih terus menjadi perbincangan adalah Hakim Ziyech. Musim depan, Ziyech akan memulai petualangan barunya di Liga Primer Inggris bersama klub asal London, Chelsea. Pemain berusia 26 tahun ini diboyong The Blues karena penampilan memukaunya bersama Ajax Amsterdam dalam beberapa musim terakhir.

Ziyech dikenal sebagai pemain yang memiliki akurasi luar biasa. Kemampuan menggiring bola serta akurasi long passnya terkadang sering membuat pertahanan lawan kewalahan. Ziyech juga tak jarang mencetak gol dari situasi yang tak terduga. Contohnya, ketika ia mencetak gol dari pinggir lapangan ketika menghadapi Chelsea di ajang Liga Champions.

Masa Kecil Hakim Ziyech

Bandarqq via pulsa – Hakim Ziyech adalah seorang pemain berkebangsaan Maroko. Ia dilahirkan di Belanda dari orangtua asal Maroko dan dibesarkan di daerah Dronten, Belanda. Ziyech tumbuh dan berkembang di Dronten bersama kakaknya, Faouzi Ziyech dan enam saudara kandung lainnya.

Di Dronten, Ziyech tumbuh bersama empat saudara laki-laki dan tiga saudara perempuannya. Keempat saudara laki-laki Ziyech adalah pecinta sepakbola dan kemampuan bermain bola mereka disebut lebih hebat dari rekan-rekannya. Hal ini membuat Hakim Ziyech tak butuh waktu lama untuk mengikuti jejak para saudara laki-lakinya dalam mencintai olahraga ini.

Saat usianya menginjak sekitar lima tahun, Hakim Ziyech mulai bermain sepakbola untuk klub lokal. Ziyech tercatat pernah menimba ilmu sepakbolanya bersama dua klub asal Dronten, yakni Reaal Dronten dan ASV Dronten. Ia memperkuat dua tim tersebut selama kurang lebih enam tahun, yakni pada tahun 2001 hingga 2007.

SC Heerenveen dan FC Twente

Situs bandarqq online – Pasca bermain untuk Real Dronten dan ASV Dronten, Ziyech melanjutkan karir sepakbolanya di akademi SC Heerenveen pada 2007. Pada Agustus 2012, ia melakoni debutnya bersaa Heerenveen dalam laga lanjutan kualifikasi Europa League. Di bulan yang sama pula, Ziyech memulai debutnya di Eredivisie saat Heerenveen kalah 0-2 atas NEC.

Gol pertama Ziyech untuk Heerenveen lahir pada bulan Agustus tahun 2013. Ketika itu, Heerenveen sukses membekuk NAC Breda dengan skor 2-0. Selama karinya bersama tim senior Heerenveen, Ziyech punya koleksi 13 gol dan sebelas assist. Raihan ini ia dapat dari 46 penampilannya di semua kompetisi.

Karir Ziyech kemudian berlanjut ke klub Eredivisie lain, Twente. Ziyech menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama tim ini pada 18 Agustus 2014. Namun, pada kenyataannya, ia hanya membela tim ini selama dua musim. Saat membela Twente di musim 2014-2015 sampai musim 2015-2016, Ziyech memakai jersey dengan nomor punggung 10.

Ajax Amsterdam dan Timnas Maroko

Berita bola – Pada bulan Agustus 2016, Hakim Ziyech memutuskan untuk hengkang dari Twente dan bergabung bersama Ajax Amsterdam dengan kontrak berdurasi lima tahun. Ajax menebus Ziyech dengan nilai transfer yang dikabarkan sebesar 11 juta euro. Ziyech mencetak gol pertamanya untuk Ajax saat de Amsterdammers mengalahkan Willem II pada KNVB Cup.

Musim pertama Ziyech di Ajax juga terbilang sukses. Ia sanggup mengantarkan tim asal Belanda ini menjadi runner-up UEFA Europa League musim 2016-2017. Di musim berikutnya, Ziyech membawa Ajax mengawinkan gelar Eredivisie dan KNVB Cup. Pada Juli 2019, Ziyech juga berhasil membawa Ajax menjuarai ajang Johan Cruyff Shield setelah mengalahkan PSV dengan skor 2-0.

Selama memperkuat Ajax, Hakim Ziyech bisa dikatakan berada dalam puncak karirnya. Ia mampu torehkan 48 gol dan 82 assist bersama tim Eredivisie tersebut. Sementara itu, Ziyech juga telah tampil sebanyak 32 kali bersama timnas Maroko. Dari 32 penampilannya tersebut, Ziyech sukses torehkan 12 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *