September 20, 2020

Profil Lucas Hernandez, Rekrutan Termahal Sepanjang Sejarah Bundesliga

Profil Lucas Hernandez, Rekrutan Termahal Sepanjang Sejarah Bundesliga

Profil Lucas Hernandez – Bundesliga sepertinya menjadi kompetisi yang tepat bagi para pemain muda yang sedang ingin mencari tantangan baru. Salah satu pemain yang terpesona untuk merumput di kompetisi ini adalah Lucas Hernandez. Hernandez adalah mantan pemain Atlético Madrid yang bergabung dengan Bayern München di awal musim 2019/2020 ini.

Sebelum memperkuat Bayern, Hernandez telah melewati masa-masa indah bersama Atlético Madrid di mana ia berhasil persembahkan beberapa gelar untuk tim ini. Penampilan gemilang itu pula yang membuatnya mulai masuk dalam skuad utama timnas Prancis. Guna mengetahui perjalanan karir pemain berusia 24 tahun ini, berikut adalah profilnya.

Profil Lucas Hernandez Masa Kecil

situs bandarqq – Sejak kecil, Lucas Hernandez tentu sudah tidak asing lagi dengan sepakbola, karena sang ayah, Jean-Francois Hernandez adalah seorang mantan pesepakbola. Hernandez lahir di Marseille pada tangaal 14 Februari 1996. Ia adalah kakak dari defender AC Milan, Theo Hernandez.

Saat pindah ke Spanyol, Hernandez bersaudara mengalami masa-masa kelam dimana kedua orangtuanya berpisah, pada saat itu. Meski begitu, kepergian sang ayah dari keluarga ini tak menghalangi Lucas dan Theo untuk mengejar mimpi mereka menjadi pesepakbola hebat. Ketika Lucas berusia 11 tahun, ia kemudian bergabung dengan Atlético Madrid, mengikuti jejak sang adik, Theo yang sudah lebih dulu bergabung.

Atlético Madrid

Hernandez butuh waktu sekitar tujuh tahun sejak pertama kali bergabung dengan Atlético Madrid untuk mendapat panggilan dari tim utama. Ia tampil perdana untuk tim ini pada tanggal 3 Desember 2014, dalam laga lanjutan Copa de Rey. Semusim berselang, Hernandez mendapat sodoran kontrak baru dan mulai mendapat kesempatan tampil secara reguler di tim utama.

Seiring berjalannya waktu, peran penting Hernandez dalam skuad Atlético asuhan Diego Simeone semakin terlihat. Terbukti, di musim 2016/2017, ia tampil 22 kali di seluruh kompetisi, dengan 20 kali di antaranya tampil sebagai starter. Di musim berikutnya, ia berhasil membawa Atlético Madrid melangkah ke partai final Liga Eropa musim 2017/2018.

Perjalanan kesuksesannya ternyata tak berhenti sampai di situ. Dalam laga final Liga Eropa tersebut, ia sukses membawa Atlético kalahkan mantan timnya, Olympique Marseille. Alhasil, berkat kemenangan 3-0, Los Colchoneros berhasil membawa pulang trofi kompetisi kasta ke-2 Benua Eropa tersebut.

Pada musim 2018/2019, tepatnya di bulan Maret 2019, klub mengumumkan bahwa Hernandez telah dibeli oleh salah satu raksasa Jerman, Bayern München. Ia baru akan tiba di Bundesliga pada bulan Juli. Sebelum meninggalkan ibukota Spanyol, ia telah catatkan 22 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan satu gol.

Bek Termahal Bundesliga

kumpulan bandarqq – Bayern München akhirnya resmi mendapatkan jasa Lucas Hernandez pada awal Juli tahun 2019 dengan biaya transfer 80 juta euro. Ini menjadikannya sebagai rekrutan termahal klub, sekaligus rekrutan termahal Bundesliga, mengalahkan rekor Julian Draxler. Sejak saat itu, ia selalu menjadi andalan Bayern di sektor lini belakang.

Sejauh ini defender berusia 24 tahun tersebut telah catatkan total 14 penampilan di semua kompetisi. Sebelas di antaranya ia mainkan di Bundesliga, sekali di DFB-Pokal sementara sisanya ia mainkan di kompetisi Liga Champions. Dari catatan 14 penampilannya, Hernandez baru catatkan satu gol.

Timnas Prancis

Penampilan cemerlang Hernandez di level klub, serta di level timnas junior membuat pelatih Prancis, Didier Deschamps tertarik memanggilnya. Usai mendapat panggilan pertama pada Maret 2018, ia dibawa oleh Prancis ke turnamen Piala Dunia 2018 di Rusia. Hernandez tak pernah absen membela timnas Prancis hingga partai final dalam gelaran empat tahunan ini.

Gelar dan Penghargaan

Meski belum mendapat gelar juara bersama Bayern, Hernandez sudah pernah mengangkat dua piala kompetisi bergengsi Eropa, yakni UEFA Europa League dan UEFA Super Cup. Sementara itu, ia juga pernah meraih gelar juara dunia saat memperkuat Prancis dalam gelaran Piala Dunia tahun 2018 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *